Peribahasa atau pepatah merupakan bagian penting dari budaya dan tradisi masyarakat Makassar di Indonesia. Peribahasa Makassar memuat kekayaan ungkapan, kebijaksanaan, dan nilai-nilai budi pekerti yang diajarkan turun-temurun. Melalui peribahasa, orang Makassar mampu menjaga dan melestarikan gagasan dalam kebudayaan mereka, serta mendapatkan pengetahuan dari pengalaman masa lalu untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari. Mari kenali 25 pepatah atau peribahasa Makassar berikut ini.
ᨒᨙᨒᨙᨅᨘᨒᨘᨈᨒᨙᨒᨙᨀᨅᨗᨕᨔ
Lele bulu tallele kabiasang.
Berubah bulu, tidak akan berubah kebiasaan.
Kebiasaan, khususnya yang buruk, sulit diubah.
ᨅᨍᨗᨅᨗᨑᨗᨈᨊᨈᨔᨅᨍᨗᨑᨘᨄᨊᨁᨕᨘᨀ
Bajik birittana tasambajik rupanna gauka.
lndah berita, tetapi tidak seindah buktinya.
Ada kalanya berita atau omongan yang kita dengar itu sudah ditambah-tambahi dari hal yang sesungguhnya terjadi.
ᨍᨙᨊᨙᨀᨌᨗᨊᨗᨕᨗᨕᨈᨚᨍᨊᨊᨕᨗᨕᨗᨕᨈᨚᨍᨊᨊᨕᨘ
Jekneka cinik ia tonja nanaik ia tonja nanaung.
Lihatlah air ada saatnya pasang dan ada saatnya pula surut.
Keadaan dalam hidup yang kadang suka dan kadang duka.
ᨍᨑᨘᨊᨅᨚᨐᨄᨀᨘᨒᨘᨈᨄᨙᨒᨒ
Jarung naboya pangkuluk tappelak.
Jarum dicari, kapak hilang.
Seseorang yang menginginkan sesuatu yang kecil malah kehilangan yang besar.
ᨆᨊᨈᨘᨉᨚᨀᨚᨄᨉᨄᨘᨊᨔᨗᨆᨈᨊᨗᨀᨈᨗᨔᨗᨍᨈᨑᨈᨍᨗ
Mannantu dongkok pakdang punna simata nikantisikja tarang tonji.
Walaupun punggung pedang asalkan diasah terus akhirnya akan tajam juga.
Orang yang bodoh pun jika rajin belajar kelak akan pandai juga.
ᨈᨕᨘᨀᨄᨒᨒᨙᨀᨚᨈᨚᨒᨗᨊ
Tau kapalak lekok tolinna.
Orang tebal daun telinganya.
Orang tahan terhadap sindiran atau olok-olok orang lain.
ᨈᨙᨊᨄᨀᨊᨘᨀᨘᨊᨊᨕᨙᨑᨚᨆᨚᨕᨂᨑᨆᨘᨔᨘ
Tenapa kanukunna naerokmo anngarakmusuk.
Belum berkuku sudah mau menggaruk.
Orang yang belum memiliki kuasa, tetapi sudah berani menindak orang lain.
ᨀᨈᨗᨂᨒᨚᨆᨈᨙᨑᨗᨈᨄᨑᨂᨊᨊᨕᨑᨈᨙᨉᨚᨆᨈᨙᨑᨗᨕᨙᨅᨊᨊᨈᨊᨕᨑ
Katingalo mate ri tamparanga na naarak, tedong mate ri embana na tanaarak.
Lalat mati di laut dirasa, kerbau mati di halaman rumahnya tidak dirasa.
Seseorang yang mengawasi dan mengumbar dan kejelekan orang lain, sedangkan kejelekannya sendiri tidak diketahui.
ᨊᨗᨑᨄᨂᨗᨁᨚᨒᨊᨊᨗᨈᨅᨕᨗᨉᨉᨗ
Nirapangi golla na nitambai dadik.
Ibarat gula ditambah pula dengan susu.
Orang yang sudah baik dan masih mempunyai kelebihan sifat-sifat baik lainnya.
ᨕᨈᨆᨕᨗᨈᨒᨘᨕᨔᨘᨒᨘᨀᨗᨕᨄ
Antamai tallu, assuluki appak.
Masuk tiga, keluar empat.
Pengeluaran lebih besar daripada pendapatan.
ᨅᨍᨗᨀᨂᨂᨗᨈᨈᨗᨒᨗᨂᨊᨕᨗᨕᨈᨒᨂ
Bajikangangi tattilinga naia tallanga.
Lebih baik miring daripada tenggelam.
Lebih baik rugi daripada kehilangan seluruhnya.
ᨈᨙᨊᨊᨒᨑᨗᨈᨄᨑᨂ
Tena nalari tamparanga.
Laut tidak akan lari.
Jangan tergesa-gesa dalam mengerjakan sesuatu.
ᨀᨘᨕᨒᨙᨕᨂᨗᨈᨒᨂᨊᨈᨚᨕᨒᨗᨕ
Kualleangi tallanga na toalia.
Lebih baik tenggelam daripada surut kembali.
Pantang menyerah sebelum meraih apa yang dicita-citakan.
ᨀᨆᨈᨚᨂᨗᨈᨕᨘᨕᨂᨘᨀᨗᨑᨗᨀᨑᨗᨍᨙᨊᨙᨀ
Kamma tongi tau anngukirika ri jekneka.
Seperti orang menulis diatas air.
Melakukan perbuatan yang sia-sia.
ᨄᨊᨙᨕᨒᨙᨌᨗᨊᨗᨑᨗᨄᨆᨈᨂᨊᨅᨗᨕᨔᨈᨚᨍᨗᨕᨈᨘᨔᨗᨁᨙᨈᨚᨁᨙᨈᨚ
Panne alle cinik ri pamantanganna biasa tonji antu sigentok-gentok.
Perhatikanlah piring di tempatnya sering pula berbenturan.
Pasangan suami istri yang rukun sekalipun suatu waktu akan merasakan perselisihan.
ᨕᨆᨚᨈᨙᨑᨙᨀᨗ ᨅᨚᨔᨗᨕ ᨊᨕᨗ ᨄᨚᨒᨙ ᨑᨗ ᨒᨂᨗᨀ
Ammotereki bosia naik pole ri langika.
Hujan kembali lagi ke langit.
Keadaan yang terbolak-balik, seperti orang kaya meminta bantuan kepada orang miskin, orang pintar meminta nasehat pada orang bodoh.
ᨀᨚᨈᨘᨕᨗᨍᨙᨊᨙᨔᨗᨆᨈᨆᨔᨚᨒᨚᨊ
Kontui jeknek simata massolonna.
Bagaikan air yang selalu mengalir.
Orang yang senantiasa memberi pertolongan.
ᨈᨀᨘᨒᨙᨕᨕᨗᨊᨗᨈᨁᨒᨈᨕᨘᨈᨕᨘᨊ
Takkulleai nitakgalak taun-taunna.
Tidak dapat ditangkap bayangannya.
Orang yang pandai bicara dan pandai mencari alasan.
ᨕᨒᨒᨑᨗᨕᨉᨔᨗᨕᨁᨑᨗᨔᨑ
Aklaklang ri adak siagang ri sarak.
Bernaung pada adat dan agama.
Sesuai dengan aturan adat dan agama (syariat).
ᨀᨆᨈᨚᨂᨗᨒᨙᨀᨚᨀᨐᨘᨊᨕᨗᨑᨗᨀᨕᨂᨗ
Kamma tongi lekok kayu nairika anging.
Bagaikan daun yang tertiup angin.
Seseorang yang patuh menjalankan perintah.
ᨊᨗᨕᨙᨅᨑᨀᨗ ᨀᨑᨙᨀᨑᨙᨕ ᨌᨘᨌᨘᨑᨘ ᨅᨐᨕᨚᨊ
Niebaraki kanre-kanreang cucuruk bayaona.
Ibarat makanan, ia adalah kue cucur telur.
Seseorang yang sempurna, seperti rupawan, kaya, dermawan, baik hati, dsb.
ᨕᨒᨒ ᨑᨗ ᨕᨉ ᨔᨗᨕᨁ ᨑᨗ ᨔᨑ
Aklaklang ri adak siagang ri sarak.
Bernaung pada adat dan agama.
Tidak menyalahi ketentuan adat dan agama.
ᨈᨕᨙᨊ ᨊᨔᨑ ᨕᨒᨚᨕ ᨑᨗ ᨈᨂᨊ ᨒᨂᨗᨀ
Taena nasakrak alloa ri tanngana langika.
Tidak akan terbenam matahari di tengah langit.
Seseorang tidak akan meninggal jika belum waktunya.
ᨊᨗᨕᨙᨅᨑᨀᨗ ᨍᨙᨊᨙ ᨊ ᨍᨘᨀᨘ ᨒᨒᨚᨊ
Niebaraki jeknek na jukuk lalona.
Ibarat air dengan ikan.
Pasangan yang sangat serasi.
ᨈᨕᨘ ᨈᨊᨗᨕᨀ ᨊᨊᨗᨑᨘᨅᨘᨕᨗ ᨕᨘᨅᨙ ᨄᨙᨄᨙ
Tau taniakka nanirumbui umbe pepek.
Orang yang tidak pernah terkena asap.
Seseorang yang tidak pernah memasak di dapur karena sudah memiliki banyak pembantu yang bekerja untuknya, maksudnya orang kaya yang hidup nyaman dan mewah.

0 komentar:
Posting Komentar