Jumat, 31 Oktober 2025

Lirik Lagu Kusuma Wijaya: Aksara Jawa dan Terjemahan Bahasa Indonesia

Kusuma Wijaya merupakan salah satu lagu Jawa yang paling banyak didengarkan baru-baru ini. Lagu ini diciptakan oleh Rendra Kemana. Lagu yang mengesankan kerinduan dan kehilangan terhadap sosok terkasih ini memiliki lirik yang puitis dan pilihan kata bahasa Jawa yang indah dan sastrawi. Berikut lirik Kusuma Wijaya berserta aksara Jawa dan terjemahan bahasa Indonesia versi yang dinyanyikan oleh Nugraha Pawestri.


ꦭꦸꦁ​ꦔꦶꦁ​​ꦩꦼꦏꦂꦭꦤ꧀ꦱꦼꦩꦶ꧉
Lunging mekar lan semi
Kuncup sulurnya mekar dan bersemi

ꦥꦸꦱ꧀ꦥꦶꦠ​ꦲꦶꦁ​​ꦠꦩꦤ꧀ꦱꦫꦶ꧉​
Puspitå ing taman sari
Puspa di kebun bunga

ꦩꦔ꧀ꦭꦸꦁ​ꦩꦤꦸꦁꦱꦸꦁ​ꦮꦼꦔꦶ꧉​
Manglung manungsung wengi
Menunduk menyambut malam

ꦏꦭꦮꦤ꧀​ꦮꦸꦭꦤ꧀ꦤꦺ​ꦢꦢꦫꦶ꧉​
Kalawan wulané ndadari
Ditemani bulan purnama


ꦔꦩ꧀ꦧꦂ​ꦫꦸꦩ꧀ꦱꦱ꧀ꦩꦶꦠ꧉
Ngambar rum sasmitå
Menyerbakkan wangi pertanda

ꦱꦁ​ꦏꦸꦩ꧀ꦧꦁ​ꦮꦼꦮꦪꦁ꧉
Sang kumbang wewayang
Sang kumbang datang

ꦔꦿꦁ​ꦱꦁ​​ꦥꦸꦕꦸꦏ꧀ꦱꦫꦶꦤꦶꦁ​​ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦁ​꧈​ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦁ​꧉
Ngrangsang pucuk sarining kembang, kembang
Menyentuh benang sari bunga, bunga


ꦏꦸꦱꦸꦩꦤꦶꦁ​​ꦫꦠꦿꦶ​ꦩꦸꦁ​​ꦱꦮꦶꦗꦶ꧉​
Kusumaning ratri mung sawiji
Hanya sekuntum bunga malam

ꦏꦶꦤꦤ꧀ꦛꦶ​ꦩꦩꦠꦿꦶ​ꦱꦗꦿꦺꦴꦤꦶꦁ​​ꦲꦠꦶ​ꦏꦁ​​ꦱꦸꦕꦶ꧉​
Kinanthi mematri sajroning ati kang suci
Bersama menyatu dalam hati yang suci

ꦭꦶꦤ꧀ꦠꦁ​​ꦭꦶꦤ꧀ꦠꦁ​​ꦥꦚ꧀ꦗꦼꦂ​ꦲꦤ​ꦲꦤ꧀ꦠꦫꦶꦏ꧀ꦱ꧉
Lintang-lintang panjer ånå antarikså
Gemintang berkilauan di angkasa

ꦲꦩꦶꦩ꧀ꦧꦸꦃꦲꦶ​ꦲꦪꦸ​ꦱꦁ​​ꦫꦶꦤ꧉​
Amimbuhi ayu sang rinå
Menambah indahnya hari

ꦏꦸꦱꦸꦩ​ꦮꦶꦗꦪ꧉​
Kusumå Wijåyå
Kusuma Wijaya

Senin, 14 Juli 2025

Deretan Fontasi Paling Norak Sepanjang Masa

Dalam dunia rancang-merancang, fontasi bukan hanya mengenai lekukan bentuk huruf, tetapi juga soal rasa yang mampu ditimbulkan. Sayangnya, tidak semua fontasi yang dirancang selalu ditafsirkan sebagai sesuatu yang indah atau fungsional. Ada fontasi-fontasi yang selain indah juga mampu berfungsi dengan baik dan "mengerti tugasnya", tetapi ada juga yang membuat mata pemirsanya membelalak karena saking noraknya. Persepsi tentang kenorakan ini sesungguhnya lahir dari banyak sumber perkara, dua di antaranya adalah penggunaan yang sudah berlebihan dan terlalu sering, serta bergesernya selera gaya desain umum alias menjadi ketinggalan zaman. Setidaknya dari kacamata hari ini, mari kita intip sederet fontasi paling norak sepanjang masa yang sewaktu-waktu masih bisa kita jumpai di jalanan!

Comic Sans
Apabila Anda menanyakan fontasi apa yang paling dibenci oleh perancang grafis, orang akan dengan mudahnya menjawab Comic Sans! Fontasi bikinan Vincent Connare yang dirilis oleh Microsoft pada tahun 1994 ini mulanya sangat populer dan dicintai oleh khalayak ramai sehingga dapat dengan mudah ditemui di mana-mana bahkan di materi desain yang tidak seharusnya sekalipun. Dari banyaknya "ketidaksesuaian" penempatan fontasi ini—yang dilakukan oleh masyarakat umum dan tukang cetak awam—membuat banyak desainer grafis naik darah. Pasalnya, desainnya yang kekanak-kanakkan dan santai ini bisa ditemui digunakan untuk menuliskan dokumen penting, papan peringatan, dan materi desain formal lainnya. Hal tersebut dianggap menyalahi tujuan dan tugas sejati dari Comic Sans. Oleh karena itu, banyak desainer grafis dari berbagai belahan dunia memerangi penggunaan Comic Sans di materi desain apapun, bahkan untuk keperluan yang santai. Walaupun belakangan, terdapat semacam penyadaran bersama bahwa Comic Sans sesungguhnya tidak salah apa-apa, dan malahan kenorakan Comic Sans sendiri bisa digunakan oleh desainer profesional untuk membangkitkan rasa dan kenangan yang konyol nan lucu dari dekade yang telah berlalu.


Sedikit tambahkan kecil, Google ikut merayakan fontasi yang dicaci namun dicinta masyarakat ini dengan mengganti fontasi situs pencariannya dengan Comic Sans ketika Anda mengetikkan "Comic Sans" di kolom pencarian. Boleh dicoba! Beberapa desainer juga mencoba "memperbaiki" Comic Sans dengan mengeluarkan ragam dan penafsiran mereka sendiri terhadap Comic Sans dan tugasnya, beberapa di antaranya seperti Comic Neue oleh Craig Rozynski bersama Hrant Papazian dan Chalkboard oleh Apple.

Jokerman
Fontasi "paling badut" yang satu ini, Jokerman, dirancang oleh Andrew Smith pada tahun 1995 dan dirilis oleh ITC (International Typeface Corporation) dan Microsoft. Font ini dikenal karena gayanya yang sangat dekoratif dan bahkan tampak sedikit konyol, sesuai dengan namanya yang mengacu pada tokoh "joker" alias pelawak. Pada mulanya, fontasi ini banyak yang menggunakan karena orang-orang terpikat dengan tampilannya yang nyentrik. Meskipun demikian, lambat laun fontasi badut ini sudah semakin jarang kita temui dalam materi desain sehari-hari seiring dengan bergantinya tren, banyaknya pilihan fontasi yang tersedia bebas, dan kemajuan literasi desain masyarakat.

Papyrus
Papyrus merupakan fontasi bergaya goresan tangan yang dirancang oleh Chris Costello pada tahun 1982. Maksud dari dirancangnya fontasi ini adalah untuk menggambarkan ciri khas tulisan tangan pada naskah kuno dari Timur Tengah yang umumnya bermediakan kertas papirus. Huruf-hurufnya didesain dengan tepian yang kasar, lengkungan yang tidak teratur, dan guratan tegak yang tinggi pada huruf besarnya. Sebagai salah satu fontasi populer yang memiliki desain yang begitu berbeda dengan yang lain, Papyrus banyak dipilih untuk digunakan oleh masyrakat awam, bahkan untuk keperluan yang tidak berkaitan dengan masa lalu, sejarah, atau Timur Tengah—membuatnya terkesan norak ketika keluar dari konteks aslinya. Meskipun demikian, penggunaan fontasi Papyrus yang tepat dapat menjadi keputusan desain yang bagus, seperti pada contoh yang paling terkenal, yaitu penggunaan Papyrus yang telah disesuaikan untuk tipografi judul filem Avatar (2009).
Algerian
Algerian adalah salah satu contoh model huruf norak yang masih ada yang menggunakan hingga saat ini. Nuansa tebal, tegas, dan dekoratif membuat masyarakat awam tertarik untuk menggunakannya dalam berbagai keperluan desain. Efek bayangan yang dimiliki fontasi ini juga membuat desainnya semakin ramai. Seluruh ciri-cirinya berpadu membuatnya terkesan jadul atau retro, tetapi juga terlihat mencolok. Walaupun demikian, penggunaan dan pengolahan yang tepat mungkin bisa membuat hasil akhir desain dengan fontasi ini tetap menjadi bagus, terlebih jika menggunakan ragam Algerian Plain tanpa tambahan efek bayangan di bawahnya.
Curlz MT
"Ular melingkar-lingkar di atas pagar." Kurang lebih seperti itulah fontasi Curlz MT. Didesain oleh Carl Crossgrove dan Steve Matteson pada tahun 1995 untuk Agfa Monotype, fontasi ini menampilkan gelung-gelung melingkar menyerupai pucuk pakis atau gulungan pita, memberikannya kesan kekanak-kanakan, kecewek-cewekan, dan penuh keceriaan. Curlz MT sering digunakan untuk keperluan acara ulang tahun anak kecil atau produk-produk yang ingin terlihat ceria dan lucu, seolah-olah ditulis oleh peri atau tokoh dari negeri dongeng. Meskipun demikian, takaran keceriaan dan kelucuan yang berlebihan membuat fontasi Curlz MT menjadi norak jika digunakan dan dianggap ketinggalan zaman. Fontasi lainnya dengan rancangan yang ceria tetapi lebih kalem mungkin saat ini sedang menjadi primadona dalam dunia desain.
Ravie
Ravie memancarkan aura keceriaan seperti Curlz MT melalui bentuk geliang-geliut hurufnya, tetapi memiliki ketebalan yang jauh lebih gendut. Lekukannya yang tebal boleh jadi membuat Ravie lebih mencolok dan enak dibaca dalam ukuran besar. Jenis huruf ini digambar oleh Ken O'Brien dari tahun 1993 hingga 1994, saat menjadi peserta didik di Art Center di Pasadena, California. Fontasi ini dirancang untuk keperluan pesta anak muda atau kegiatan santai lainnya, sangat cocok juga untuk desain makanan ringan anak-anak—khususnya pada tahun-tahun 90-an atau 2000-an awal. Akan tetapi, desain yang mencolok dan sudah sering dipakai menjadikan fontasi Ravie tampak norak, sehingga Anda mungkin perlu memilih alternatif fontasi lainnya jika ingin menggunakan rancangan huruf seperti Ravie.
Lobster
Lobster sesungguhnya merupakah sebuah fontasi yang apik karena berhasil menciptakan desain yang rapi, konsisten, tetapi tetap santai. Walaupun demikian, fontasi ini tak kalah dibenci karena terlalu sering dipakai dan gayanya yang cukup mencolok dan agak retro. Fontasi buatan Impallari Type yang dikeluarkan tahun 2010 ini dapat dengan mudah ditemui di berbagai brosur, web, dan poster, terutama di kalangan desainer amatiran, sehingga sering dikaitkan dengan pilihan desain yang sudah basi dan kurangnya eksplorasi desain.
Gigi
Jenis huruf pampangan yang dirancang oleh Jill Bell ini memiliki gaya yang sangat khas dan aneh, khususnya terlihat pada bentuk-bentuk hurufnya yang tidak beraturan, melengkung-lengkung, dan memiliki gerigi atau bopengan-bopengan pada goresannya. Ini adalah salah satu fontasi yang terlalu banyak digunakan dan gayanya yang terlalu mencolok sudah dianggap ketinggalan zaman.


Beberapa fontasi lainnya ...
Beberapa fontasi lainnya yang mungkin Anda harus pikirkan dua kali sebelum menggunakannya atau memerlukan perlakuan dan eksplorasi desain khusus karena kenorakannya, yaitu Blackadder, Chiller, Berlin Sans, Harrington, Juice ITC, Mistral, Pristina, Showcard Gothic, Snap ITC, dan Viner Hand.

Senin, 28 April 2025

Daftar Batu Mulia dan Semi-Mulia dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Batu mulia dan batu semi-mulia merupakan istilah yang umum digunakan untuk menyebut mineral, batuan, atau bahan organik yang memiliki nilai keindahan untuk dimanfaatkan sebagai perhiasan atau pernak-pernik lainnya. Keindahannya dapat berasal baik dari warna, kejernihan, kemilau, pola, maupun karakter optik lainnya. Beberapa di antaranya telah dikenal dan diperdagangkan sejak ribuan tahun lalu dan memiliki tempat khusus dalam berbagai kebudayaan di dunia.

Istilah "batu mulia" dan "batu semi-mulia" tidak memiliki batas klasifikasi yang sepenuhnya baku. Dalam penggunaan tradisional, batu mulia sering dikaitkan dengan jenis yang dianggap paling berharga, seperti intan, rubi, safir, dan zamrud, sedangkan istilah batu semi-mulia digunakan untuk berbagai jenis batu permata lainnya yang lebih terjangkau. Namun, nilai sebuah batu tidak semata-mata ditentukan oleh kategorinya, melainkan juga oleh kelangkaan, kualitas, warna, ukuran, kejernihan, dan banyaknya permintaan. Artikel ini menyajikan daftar batu yang umum dikenal sebagai batu mulia dan semi-mulia, khususnya yang cukup akrab di telinga orang Indonesia, beserta padanannya dalam bahasa Inggris dan alih aksaranya dalam aksara Sunda sebagai tambahan.


BACAN
ᮘᮎᮔ᮪
Chrysocolla


KALIMAYA
ᮊᮜᮤᮙᮚ
Opal


MERAH DELIMA
ᮙᮦᮛᮂ ᮓᮨᮜᮤᮙ
Ruby


KECUBUNG
ᮊᮨᮎᮥᮘᮥᮀ
Amethyst


INTAN
ᮄᮔ᮪ᮒᮔ᮪
Diamond


BADAR BESI
ᮘᮓᮁ ᮘᮨᮞᮤ
Hematite


AKIK
ᮃᮊᮤᮊ᮪
Agate


ZAMRUD
ᮐᮙᮢᮥᮓ᮪
Emerald


HIJAU GARUT
ᮠᮤᮏᮅ ᮌᮛᮥᮒ᮪
Chrysoprase


ATI AYAM
ᮃᮒᮤ ᮃᮚᮙ᮪
Red Jasper


SAFIR
ᮞᮖᮤᮁ
Sapphire


BADAR EMAS
ᮘᮓᮁ ᮈᮙᮞ᮪
Pyrite


PIRUS
ᮕᮤᮛᮥᮞ᮪
Turquoise


BIDURI SURYA
ᮘᮤᮓᮥᮛᮤ ᮞᮥᮛᮡ
Sunstone


GIOK
ᮌᮤᮇᮊ᮪
Jade


KUARSA MAWAR
ᮊᮥᮃᮁᮞ ᮙᮝᮁ
Rose Quartz


LABRADOR
ᮜᮘᮢᮓᮧᮁ
Labradorite


AMBAR
ᮃᮙ᮪ᮘᮁ
Amber/Barnsten


NAGA SUI
ᮔᮌ ᮞᮥᮄ
Bloodstone


BIDURI BULAN
ᮘᮤᮓᮥᮛᮤ ᮘᮥᮜᮔ᮪
Moonstone


RATNA CEMPAKA
ᮛᮒ᮪ᮔ ᮎᮨᮙ᮪ᮕᮊ
Topaz


MATA KUCING
ᮙᮒ ᮊᮥᮎᮤᮀ
Cat's Eye


BIRU LAUT
ᮘᮤᮛᮥ ᮜᮅᮒ᮪
Aquamarine


LAZUARDI
ᮜᮐᮥᮃᮁᮓᮤ
Lapis lazuli


KINYANG AIR
ᮊᮤᮑᮀ ᮃᮄᮁ
Ice quartz


Minggu, 06 April 2025

Berbagai Jenis Umbi Pangan dalam Bahasa Jawa

Tidak hanya nasi, masyarakat Jawa mengenal banyak sumber karbohidrat yang ditanam atau disediakan alam di sekitar mereka. Salah satunya yang sedang naik daun dan diperbincangkan orang-orang adalah umbi-umbian. Karbohidrat yang tersimpan dalam bentuk umbi ini telah lama menjadi salah satu sumber pangan penting bagi masyarakat Jawa. Beragam jenis umbi dimanfaatkan dan diolah sebagai bahan makanan sehari-hari, mulai dari dikukus, direbus, digoreng, hingga menjadi aneka hidangan khas yang berselera.

Keanekaragaman pangan tersebut juga tercermin dalam bahasa Jawa melalui berbagai kosakata untuk menyebut jenis-jenis umbi. Yuk, kenali berbagai nama umbi pangan dalam bahasa Jawa dan aksara Jawa, serta nama Latin dari masing-masingnya; dibagi ke dalam dua kategori besar, yakni tanaman asli Indonesia dan tanaman yang diintroduksi dari luar Indonesia.

TANAMAN ASLI INDONESIA


Bentul
ꦧꦼꦤ꧀ꦠꦸꦭ꧀
Colocasia esculenta

Dalam bahasa Jawa juga dikenal sebagai tales dan dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan talas. Salah satu umbi yang paling umum dijumpai di pasaran.


Suweg
ꦱꦸꦮꦼꦒ꧀
Amorphophallus paeoniifolius


Porang
ꦥꦺꦴꦫꦁ
Amorphophallus muelleri


Gembili
ꦒꦼꦩ꧀ꦧꦶꦭꦶ
Dioscorea esculenta


Gembolo
ꦒꦼꦩ꧀ꦧꦺꦴꦭꦺꦴ
Dioscorea bulbifera


Uwi
ꦲꦸꦮꦶ
Dioscorea alata


Gadhung
ꦒꦝꦸꦁ
Dioscorea hispida


Kleci
ꦏ꧀ꦭꦼꦕꦶ
Coleus rotundifolius

Dalam bahasa Jawa juga dikenal sebagai kenthang ireng.


Sénthé
ꦱꦺꦟ꧀ꦛꦺ
Alocasia macrorrhizos

Tergolong susah untuk mengolahnya menjadi bahan pangan yang aman dikonsumsi.



TANAMAN INTRODUKSI


Kimpul
ꦏꦶꦩ꧀ꦥꦸꦭ꧀
Xanthosom sagittifolium


Kenthang
ꦏꦼꦟ꧀ꦛꦁ
Solanum tuberosum


Ganyong
ꦒꦚꦺꦴꦁ
Canna indica


Pohung
ꦥꦺꦴꦲꦸꦁ
Manihot esculenta

Dalam bahasa Jawa juga dikenal sebagai kaspé dan beberapa nama lain.


Garut
ꦒꦫꦸꦠ꧀
Maranta arundinacea


Besusu
ꦧꦼꦱꦸꦱꦸ
Pachyrhizus erosus

Dalam bahasa Jawa juga dikenal sebagai bengkowang.


téla rambat
ꦠꦺꦭ​ꦫꦩ꧀ꦧꦠ꧀
Ipomoea batatas


Ada beberapa nama lain yang berkenaan dengan umbi pangan di Jawa, namun berbagai sumber memiliki pendapat yang beraneka ragam tentang tumbuhan apa sebenarnya dari sebutan-sebutan berikut, atau mungkin lebih merupakan sinonim atau variasi dialek saja: iles-iles, walur, compleng, coklok, katak, dan masih banyak lagi.

Senin, 31 Maret 2025

Melihat Poster Muktamar Muhammadiyah dari Masa ke Masa

Muhammadiyah (secara harfiah bermakna "pengikut Muhammad") adalah sebuah lembaga Islam di Indonesia yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada 1912 di Yogyakarta, Hindia Belanda. Lembaga ini bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial dengan tujuan memajukan masyarakat melalui ajaran Islam yang bersifat lebih modern dan murni. Hingga kini, Muhammadiyah telah mendirikan ribuan sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan panti asuhan di seluruh Indonesia.

Setiap lima tahun sekali (sebelumnya setiap tahun dan tiga tahun sekali), Muhammadiyah mengadakan muktamar atau kongres tertinggi untuk membahas kebijakan strategis, arah gerakan, serta memilih ketua umum yang baru. Sejak 1912 hingga 2024, terhitung Muhammadiyah telah melaksanakan sebanyak 48 kali. Setiap kongresnya, Muhammadiyah mengeluarkan poster sebagai keperluan penyiaran dan publikasi kepada masyarakat. Yuk intip beberapa poster Muktamar Muhammadiyah dari masa ke masa!

14-21 Maart 1930, Boekittinggi
Congres Moehammadijah ke-19


Muktamar Muhammadiyah ke-19 yang diselenggarakan di Bukittinggi pada 14-21 Maret 1930 menggambarkan dua orang di tepi pantai melihat ke arah kapal dan surya bersinar bertuliskan Muhammadiyah dalam aksara Arab. Ada gambaran rumah gadang di sisi kanan poster. Uniknya, pada judul poster ditambahkan kata "Minangkabau" yang barangkali untuk menegaskan bahwa muktamar kali ini diselenggarakan di Tanah Minangkabau.

8-16 Mei 1931, Djogja
Congres Moehammadijah ke-20


Muktamar Muhammadiyah ke-20 yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 8-16 Mei 1931 menggambarkan sosok Pangeran Diponegoro menunjuk ke arah Masjid Gedhé Kauman dengan latar belakang Gunung Merapi yang mengeluarkan asap. Penggambaran Diponegoro digunakan untuk memperingati seabad Perang Jawa yang berlangsung pada 1825 hingga 1830. Terdapat pula tulisan Arab berbunyi "Hayya 'alal falah" yang bermakna "Marilah kita menuju kemenangan".

Sebuah keunikan lainnya, jika diamati, rangkaian huruf i-j pada kata Moehammadijah terlihat istimewa, huruf i tampak sedikit menumpang pada badan huruf j. Hal ini bukanlah kesalahan, melainkan merupakan praktik tipografi khas Belanda yang disebut diagraf atau ligatur IJ. Adakalanya kedua huruf tersebut malah disambung menjadi satu sehingga tampak seperti huruf y pada penulisan huruf miring.

1-7 Mei 1932, Makasser
Congres Moehammadijah ke-21

Muktamar Muhammadiyah ke-21 yang diselenggarakan di Makassar pada 1-7 Mei 1932 memiliki sesuatu yang istimewa. Poster ini mungkin merupakan poster muktamar satu-satunya yang menampilkan salah satu aksara Nusantara, yakni aksara Lontara, pada posternya. Tulisan tersebut tercetak ᨀᨚᨃᨛᨑᨙᨔᨛ ᨆᨘᨖᨆᨉᨗᨐ ko-ngkê-ré-sê mu-ha-ma-di-ya. Hal ini kemungkinan menimbang tingkat melek aksara Bugis-Makassar yang cukup tinggi di masa tersebut di daerah Sulawesi Selatan.

21-28 Juli 1936, Betawi
Congres Moehammadijah ke-25 (Seperempat Abad)



Muktamar Muhammadiyah seperempat abad yang diselenggarakan di Betawi (Jakarta) pada 21-28 Juli 1936 menggambarkan kereta api dan masjid kecil di belakangnya. Tak terlupa juga ada surya Muhammadiyah di langit sedang memancarkan sinarnya. Penggambaran kereta api di sini bisa dimaknai bahwa perjalanan menuju Batavia oleh peserta kongres kebanyakan menggunakan kereta api. Kereta api di Pulau Jawa sangat bisa diandalkan sebagai moda angkutan darat dan menghubungkan banyak kota besar dan kecil di seluruh Jawa.


7-12 Januari 1941, Djogja
Congres Moehammadijah ke-29

Masih segaya dengan beberapa poster sebelumnya, poster Muktamar Muhammadiyah ke-29 yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 7-12 Januari 1941 menggambarkan petani yang sedang membajak sawah dengan dua ekor kerbau. Di sisi lain ada penggambaran industrialisasi berupa roda gigi di belakang bapak petani dan gedung besar beserta masjid di latarnya.


24-29 Dec. 1941, Poerwokerto
Congres Moehammadijah ke-30
Mirip dengan poster keluaran sebelumnya, sosok petani masih menjadi "tokoh utama" yang disorot dalam poster Muktamar Muhammadiyah ke-30 yang diselenggarakan di Purwokerto, Banyumas, pada 24-29 Desember 1941 ini. Uniknya, caping yang dikenakan oleh petani pada poster tidak seperti topi caping pada umumnya di Jawa, melainkan lebih mirip seperti caping khas Kalimantan Selatan yang disebut tanggui.


8-11 Juli 2000, Jakarta
Muktamar Muhammadiyah ke-44

Muktamar Muhammadiyah Jakarta 2000 adalah kongres pertama yang dilaksanakan pada milenium kedua tahun Masehi. Posternya memiliki kesan yang jauh lebih modern dan minimalis daripada poster-poster awal muktamar Muhammadiyah yang kaya akan unsur ilustrasi. Terlihat angka 44 berpadu dengan ikon Monumen Nasional dalam warna merah, putih, dan emas, dengan latar surya Muhammadiyah di belakangnya.

Minggu, 30 Maret 2025

Nama-nama Bulan Hijriah dalam Bahasa Madura

Penanggalan Hijriah telah dikenal oleh masyarakat Muslim di Nusantara sejak ratusan tahun yang lalu. Seiring dengan berkembangnya Islam di berbagai wilayah, nama-nama bulan Hijriah turut digunakan dalam beragam bahasa daerah. Dalam prosesnya, istilah yang berasal dari bahasa Arab tersebut dapat mengalami penyesuaian bunyi dan bentuk agar lebih sesuai dengan kebiasaan pengucapan serta kaidah bahasa setempat.

Hal serupa juga dapat ditemukan dalam bahasa Madura. Nama-nama bulan Hijriah yang digunakan oleh masyarakat Madura menunjukkan adanya penyesuaian dengan karakteristik bahasa setempat. Bentuk-bentuk ini menjadi salah satu contoh bagaimana kosakata keagamaan dari bahasa Arab berbaur dengan bahasa dan kebudayaan lokal di Nusantara. Yuk, kenali nama-nama bulan Hijriah dalam bahasa Madura!

Berikut adalah daftar 12 nama bulan Hijriah dalam bahasa Indonesia, disandingkan dengan penyebutannya dalam bahasa Madura beserta tulisan aksara Maduranya:


Muharam
ꦱꦺꦴꦫ/ꦩꦸꦲꦂꦫꦺꦴꦩ꧀
Sora/Muharrom


Safar
ꦱꦥ꧀ꦥꦂ
Sappar


Rabiulawal
ꦩꦺꦴꦭꦺꦴꦢ꧀
Molod


Rabiulakhir
ꦫꦱꦺꦴꦭ꧀
Rasol


Jumadilawal
ꦩꦤ꧀ꦢꦶꦩꦮ꧀ꦮꦭ꧀
Mandimawwâl


Jumadilakhir
ꦩꦤ꧀ꦢꦶꦭ꧀ꦲꦲꦺꦂ
Mandilahèr


Rajab
ꦉꦗ꧀ꦗꦼꦥ꧀
Rejjhep


Syakban
ꦉꦧ꧀ꦧ/ꦱꦃꦧꦤ꧀
Rebbâ/Sa'bân


Ramadan
ꦥꦱ
Pasa


Syawal
ꦱꦧꦭ꧀/ꦠꦺꦴꦔꦫꦺ
Sabâl/Tongarè


Zulkaidah
ꦠꦏꦺꦥꦺꦃ/ꦗ꦳ꦸꦭ꧀ꦏꦲꦶꦢ
Takèpè'/Zulkaidâ


Zulhijah
ꦫꦺꦫꦗ/ꦗ꦳ꦸꦭ꧀ꦲꦶꦗ꧀ꦗ꧀ꦗ
Rèrajâ/Zulhijjâ


Ditulis kembali dari kiriman media sosial Komunitas Wikimedia Madura.

Kamis, 27 Februari 2025

Nama-nama Bulan Hijriah dalam Bahasa Makassar

Kalender Hijriah telah dikenal dan digunakan oleh masyarakat Muslim di Nusantara sejak ratusan tahun yang lalu. Dalam prosesnya, nama-nama bulan yang berasal dari bahasa Arab turut masuk ke dalam berbagai bahasa daerah dan mengalami penyesuaian dengan kebiasaan pengucapan masyarakat setempat. Perubahan tersebut menunjukkan bagaimana istilah dari luar dapat berbaur dan menjadi bagian dari kosakata bahasa lokal.

Hal ini juga dapat dijumpai dalam bahasa Makassar. Nama-nama bulan Hijriah dalam bahasa Makassar memiliki bentuk penyebutan yang telah disesuaikan dengan kebiasaan berbahasa masyarakatnya. Bentuk-bentuk tersebut menjadi salah satu jejak pertemuan antara bahasa Arab, tradisi Islam, dan bahasa lokal di Nusantara. Yuk, kenali bagaimana nama-nama bulan Hijriah dilokalkan dalam bahasa Makassar!

Berikut adalah daftar 12 nama bulan Hijriah dalam bahasa Indonesia, disandingkan dengan penyebutannya dalam bahasa Makassar beserta tulisan aksara Lontaranya:


Muharam
ᨆᨘᨖᨑ
Muharrang


Safar
ᨔᨄᨑ
Sapparak


Rabiulawal
ᨑᨅᨙᨒᨙ ᨕᨕᨘᨓᨒ
Rabbelek Auwalak


Rabiulakhir
ᨑᨅᨙᨒᨙ ᨕᨖᨙᨑᨙ
Rabbelek Aherek


Jumadilawal
ᨐᨘᨆᨉᨙᨒᨙ ᨕᨕᨘᨓᨒ
Jumadelek Auwalak


Jumadilakhir
ᨐᨘᨆᨉᨙᨒᨙ ᨕᨖᨙᨑᨙ
Jumadelek Aherek


Rajab
ᨑᨍ
Rakjak


Syakban
ᨔᨅ
Sabang


Ramadan
ᨑᨘᨆᨒ
Rumallang


Syawal
ᨔᨕᨘᨓᨒ
Sauwalak


Zulkaidah
ᨉᨚᨒᨚᨀᨕᨙᨉ
Dolokaeda


Zulhijah
ᨉᨚᨒᨚᨕᨐᨗ
Doloajji



Minggu, 09 Februari 2025

Nama-nama Bulan Hijriah dalam Bahasa Gorontalo

Kalender Hijriah telah dikenal oleh masyarakat Muslim di Nusantara sejak ratusan tahun yang lalu. Seiring penyebarannya, nama-nama bulan dalam kalender Hijriah turut beradaptasi dengan bahasa-bahasa yang digunakan oleh masyarakat setempat. Penyesuaian tersebut dapat terlihat dari perubahan bunyi maupun bentuk kata agar lebih sesuai dengan kebiasaan pengucapan dalam bahasa daerah.

Hal serupa juga dapat ditemukan dalam bahasa Gorontalo. Nama-nama bulan Hijriah yang berasal dari bahasa Arab mengalami pelokalan dalam penggunaannya di tengah masyarakat Gorontalo. Bentuk-bentuk tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana pengaruh Islam berinteraksi dengan bahasa dan kebudayaan lokal. Yuk, kenali bagaimana nama-nama bulan Hijriah dilokalkan dalam bahasa Gorontalo!

Berikut adalah daftar 12 nama bulan Hijriah dalam bahasa Indonesia, disandingkan dengan penyebutannya dalam bahasa Gorontalo:


Muharam
Muhaaramu


Safar
Sapari


Rabiulawal
Rabi'ul Awuwali


Rabiulakhir
Rabi'ul Aahiri


Jumadilawal
Jumadil Awuwali


Jumadilakhir
Jumadil Aahiri


Rajab
Rijibu


Syakban
Sa'abani


Ramadan
Ramadani


Syawal
Sawuwali


Zulkaidah
Duluka'ida


Zulhijah
Haji



Kamis, 30 Januari 2025

Nama-nama Bulan Hijriah dalam Bahasa Aceh

Kalender Hijriah telah dikenal oleh masyarakat Muslim di Nusantara sejak ratusan tahun yang lalu. Seiring penyebarannya, nama-nama bulan dalam kalender Hijriah turut beradaptasi dengan bahasa-bahasa yang digunakan oleh masyarakat setempat. Penyesuaian tersebut dapat terlihat dari perubahan bunyi maupun bentuk kata agar lebih sesuai dengan kebiasaan pengucapan dalam bahasa daerah.

Hal serupa juga dapat ditemukan dalam bahasa Aceh. Nama-nama bulan Hijriah yang berasal dari bahasa Arab mengalami pelokalan dalam penggunaannya di tengah masyarakat Aceh. Bentuk-bentuk tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana pengaruh Islam berinteraksi dengan bahasa dan kebudayaan lokal. Yuk, kenali bagaimana nama-nama bulan Hijriah dilokalkan dalam bahasa Aceh!

Berikut adalah daftar 12 nama bulan Hijriah dalam bahasa Indonesia, disandingkan dengan penyebutannya dalam bahasa Aceh:


Muharam
Asan Usén


Safar
Sapha


Rabiulawal
Molôd Phôn


Rabiulakhir
Molôd Teungoh


Jumadilawal
Molôd Akhé


Jumadilakhir
Khanduri Boh Kayèe


Rajab
Khanduri Apam


Syakban
Khanduri Bu


Ramadan
Puasa


Syawal
Uroe Raya


Zulkaidah
Meuapét


Zulhijah
Haji



Sabtu, 11 Januari 2025

Nama-nama Bulan Hijriah dalam Bahasa Bugis

Kalender Hijriah telah dikenal oleh masyarakat Muslim di Nusantara sejak ratusan tahun yang lalu. Dalam perjalanannya, nama-nama bulan dalam kalender ini tidak selalu digunakan persis seperti bentuk Arabnya. Di berbagai daerah, nama-nama tersebut mengalami pelokalan, baik melalui penyesuaian bunyi, ejaan, maupun bentuk kata agar sesuai dengan kebiasaan dan kaidah bahasa setempat.

Salah satu contohnya dapat ditemukan dalam bahasa Bugis. Masyarakat Bugis memiliki bentuk penyebutan tersendiri untuk nama-nama bulan Hijriah yang memperlihatkan bagaimana istilah keagamaan dari bahasa Arab beradaptasi dengan sistem kebahasaan lokal. Lalu, seperti apa bentuk nama-nama bulan Hijriah dalam bahasa Bugis, dan bagaimana bentuk tersebut berbeda dari nama Arabnya? Yuk, kenali lebih jauh jejak pelokalan kalender Hijriah dalam bahasa Bugis!

Berikut adalah daftar 12 nama bulan Hijriah dalam bahasa Indonesia, disandingkan dengan penyebutannya dalam bahasa Bugis beserta tulisan aksara Lontaranya:


Muharam
ᨆᨘᨖᨑ
Muharrang


Safar
ᨔᨄᨑᨛ
Sapareng


Rabiulawal
ᨑᨅᨗᨕᨘᨒᨛ ᨕᨓᨒᨗ
Rabiule Awali


Rabiulakhir
ᨑᨅᨗᨕᨘᨒᨛ ᨕᨖᨗᨑᨗ
Rabiule Ahiri


Jumadilawal
ᨍᨘᨆᨉᨗᨒᨛ ᨕᨓᨒᨗ
Jumadile Awali


Jumadilakhir
ᨍᨘᨆᨉᨗᨒᨛ ᨕᨖᨗᨑᨗ
Jumadile Ahiri


Rajab
ᨑᨍ
Rajjaq


Syakban
ᨔᨅ
Sabang


Ramadan
ᨑᨆᨒ
Ramalang


Syawal
ᨔᨓᨒᨛ
Sawwaleng


Zulkaidah
ᨔᨘᨒᨛᨀᨕᨙᨉ
Sulekaeda


Zulhijah
ᨔᨘᨒᨛᨖᨍᨗ
Sulehajji