Sabtu, 11 Januari 2025

Nama-nama Bulan Hijriah dalam Bahasa Bugis

Kalender Hijriah telah dikenal oleh masyarakat Muslim di Nusantara sejak ratusan tahun yang lalu. Dalam perjalanannya, nama-nama bulan dalam kalender ini tidak selalu digunakan persis seperti bentuk Arabnya. Di berbagai daerah, nama-nama tersebut mengalami pelokalan, baik melalui penyesuaian bunyi, ejaan, maupun bentuk kata agar sesuai dengan kebiasaan dan kaidah bahasa setempat.

Salah satu contohnya dapat ditemukan dalam bahasa Bugis. Masyarakat Bugis memiliki bentuk penyebutan tersendiri untuk nama-nama bulan Hijriah yang memperlihatkan bagaimana istilah keagamaan dari bahasa Arab beradaptasi dengan sistem kebahasaan lokal. Lalu, seperti apa bentuk nama-nama bulan Hijriah dalam bahasa Bugis, dan bagaimana bentuk tersebut berbeda dari nama Arabnya? Yuk, kenali lebih jauh jejak pelokalan kalender Hijriah dalam bahasa Bugis!

Berikut adalah daftar 12 nama bulan Hijriah dalam bahasa Indonesia, disandingkan dengan penyebutannya dalam bahasa Bugis beserta tulisan aksara Lontaranya:


Muharam
ᨆᨘᨖᨑ
Muharrang


Safar
ᨔᨄᨑᨛbr /> Sapareng


Rabiulawal
ᨑᨅᨗᨕᨘᨒᨛ ᨕᨓᨒᨗbr /> Rabiule Awali


Rabiulakhir
ᨑᨅᨗᨕᨘᨒᨛ ᨕᨖᨗᨑᨗ
Rabiule Ahiri


Jumadilawal
ᨍᨘᨆᨉᨗᨒᨛ ᨕᨓᨒᨗ
Jumadile Awali


Jumadilakhir
ᨍᨘᨆᨉᨗᨒᨛ ᨕᨖᨗᨑᨗ
Jumadile Ahiri


Rajab
ᨑᨍ
Rajjaq


Syakban
ᨔᨅ
Sabang


Ramadan
ᨑᨆᨒ
Ramalang


Syawal
ᨔᨓᨒᨛbr /> Sawwaleng


Zulkaidah
ᨔᨘᨒᨛᨀᨕᨙᨉ
Sulekaeda


Zulhijah
ᨔᨘᨒᨛᨖᨍᨗ
Sulehajji