Minggu, 06 April 2025

Berbagai Jenis Umbi Pangan dalam Bahasa Jawa

Tidak hanya nasi, masyarakat Jawa mengenal banyak sumber karbohidrat yang ditanam atau disediakan alam di sekitar mereka. Salah satunya yang sedang naik daun dan diperbincangkan orang-orang adalah umbi-umbian. Karbohidrat yang tersimpan dalam bentuk umbi ini telah lama menjadi salah satu sumber pangan penting bagi masyarakat Jawa. Beragam jenis umbi dimanfaatkan dan diolah sebagai bahan makanan sehari-hari, mulai dari dikukus, direbus, digoreng, hingga menjadi aneka hidangan khas yang berselera.

Keanekaragaman pangan tersebut juga tercermin dalam bahasa Jawa melalui berbagai kosakata untuk menyebut jenis-jenis umbi. Yuk, kenali berbagai nama umbi pangan dalam bahasa Jawa dan aksara Jawa, serta nama Latin dari masing-masingnya; dibagi ke dalam dua kategori besar, yakni tanaman asli Indonesia dan tanaman yang diintroduksi dari luar Indonesia.

TANAMAN ASLI INDONESIA


Bentul
ꦧꦼꦤ꧀ꦠꦸꦭ꧀
Colocasia esculenta

Dalam bahasa Jawa juga dikenal sebagai tales dan dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan talas. Salah satu umbi yang paling umum dijumpai di pasaran.


Suweg
ꦱꦸꦮꦼꦒ꧀
Amorphophallus paeoniifolius


Porang
ꦥꦺꦴꦫꦁ
Amorphophallus muelleri


Gembili
ꦒꦼꦩ꧀ꦧꦶꦭꦶ
Dioscorea esculenta


Gembolo
ꦒꦼꦩ꧀ꦧꦺꦴꦭꦺꦴ
Dioscorea bulbifera


Uwi
ꦲꦸꦮꦶ
Dioscorea alata


Gadhung
ꦒꦝꦸꦁ
Dioscorea hispida


Kleci
ꦏ꧀ꦭꦼꦕꦶ
Coleus rotundifolius

Dalam bahasa Jawa juga dikenal sebagai kenthang ireng.


Sénthé
ꦱꦺꦟ꧀ꦛꦺ
Alocasia macrorrhizos

Tergolong susah untuk mengolahnya menjadi bahan pangan yang aman dikonsumsi.



TANAMAN INTRODUKSI


Kimpul
ꦏꦶꦩ꧀ꦥꦸꦭ꧀
Xanthosom sagittifolium


Kenthang
ꦏꦼꦟ꧀ꦛꦁ
Solanum tuberosum


Ganyong
ꦒꦚꦺꦴꦁ
Canna indica


Pohung
ꦥꦺꦴꦲꦸꦁ
Manihot esculenta

Dalam bahasa Jawa juga dikenal sebagai kaspé dan beberapa nama lain.


Garut
ꦒꦫꦸꦠ꧀
Maranta arundinacea


Besusu
ꦧꦼꦱꦸꦱꦸ
Pachyrhizus erosus

Dalam bahasa Jawa juga dikenal sebagai bengkowang.


téla rambat
ꦠꦺꦭ​ꦫꦩ꧀ꦧꦠ꧀
Ipomoea batatas


Ada beberapa nama lain yang berkenaan dengan umbi pangan di Jawa, namun berbagai sumber memiliki pendapat yang beraneka ragam tentang tumbuhan apa sebenarnya dari sebutan-sebutan berikut, atau mungkin lebih merupakan sinonim atau variasi dialek saja: iles-iles, walur, compleng, coklok, katak, dan masih banyak lagi.