Kamis, 30 Januari 2025

Nama-nama Bulan Hijriah dalam Bahasa Aceh

Kalender Hijriah telah dikenal oleh masyarakat Muslim di Nusantara sejak ratusan tahun yang lalu. Seiring penyebarannya, nama-nama bulan dalam kalender Hijriah turut beradaptasi dengan bahasa-bahasa yang digunakan oleh masyarakat setempat. Penyesuaian tersebut dapat terlihat dari perubahan bunyi maupun bentuk kata agar lebih sesuai dengan kebiasaan pengucapan dalam bahasa daerah.

Hal serupa juga dapat ditemukan dalam bahasa Aceh. Nama-nama bulan Hijriah yang berasal dari bahasa Arab mengalami pelokalan dalam penggunaannya di tengah masyarakat Aceh. Bentuk-bentuk tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana pengaruh Islam berinteraksi dengan bahasa dan kebudayaan lokal. Yuk, kenali bagaimana nama-nama bulan Hijriah dilokalkan dalam bahasa Aceh!

Berikut adalah daftar 12 nama bulan Hijriah dalam bahasa Indonesia, disandingkan dengan penyebutannya dalam bahasa Aceh:


Muharam
Asan Usén


Safar
Sapha


Rabiulawal
Molôd Phôn


Rabiulakhir
Molôd Teungoh


Jumadilawal
Molôd Akhé


Jumadilakhir
Khanduri Boh Kayèe


Rajab
Khanduri Apam


Syakban
Khanduri Bu


Ramadan
Puasa


Syawal
Uroe Raya


Zulkaidah
Meuapét


Zulhijah
Haji



Sabtu, 11 Januari 2025

Nama-nama Bulan Hijriah dalam Bahasa Bugis

Kalender Hijriah telah dikenal oleh masyarakat Muslim di Nusantara sejak ratusan tahun yang lalu. Dalam perjalanannya, nama-nama bulan dalam kalender ini tidak selalu digunakan persis seperti bentuk Arabnya. Di berbagai daerah, nama-nama tersebut mengalami pelokalan, baik melalui penyesuaian bunyi, ejaan, maupun bentuk kata agar sesuai dengan kebiasaan dan kaidah bahasa setempat.

Salah satu contohnya dapat ditemukan dalam bahasa Bugis. Masyarakat Bugis memiliki bentuk penyebutan tersendiri untuk nama-nama bulan Hijriah yang memperlihatkan bagaimana istilah keagamaan dari bahasa Arab beradaptasi dengan sistem kebahasaan lokal. Lalu, seperti apa bentuk nama-nama bulan Hijriah dalam bahasa Bugis, dan bagaimana bentuk tersebut berbeda dari nama Arabnya? Yuk, kenali lebih jauh jejak pelokalan kalender Hijriah dalam bahasa Bugis!

Berikut adalah daftar 12 nama bulan Hijriah dalam bahasa Indonesia, disandingkan dengan penyebutannya dalam bahasa Bugis beserta tulisan aksara Lontaranya:


Muharam
ᨆᨘᨖᨑ
Muharrang


Safar
ᨔᨄᨑᨛ
Sapareng


Rabiulawal
ᨑᨅᨗᨕᨘᨒᨛ ᨕᨓᨒᨗ
Rabiule Awali


Rabiulakhir
ᨑᨅᨗᨕᨘᨒᨛ ᨕᨖᨗᨑᨗ
Rabiule Ahiri


Jumadilawal
ᨍᨘᨆᨉᨗᨒᨛ ᨕᨓᨒᨗ
Jumadile Awali


Jumadilakhir
ᨍᨘᨆᨉᨗᨒᨛ ᨕᨖᨗᨑᨗ
Jumadile Ahiri


Rajab
ᨑᨍ
Rajjaq


Syakban
ᨔᨅ
Sabang


Ramadan
ᨑᨆᨒ
Ramalang


Syawal
ᨔᨓᨒᨛ
Sawwaleng


Zulkaidah
ᨔᨘᨒᨛᨀᨕᨙᨉ
Sulekaeda


Zulhijah
ᨔᨘᨒᨛᨖᨍᨗ
Sulehajji



Selasa, 31 Desember 2024

Nama-nama Bulan Hijriah dalam Bahasa Jawa

Kalender Hijriah telah dikenal oleh masyarakat Muslim di Nusantara sejak ratusan tahun yang lalu. Seiring dengan berkembangnya Islam di berbagai wilayah, nama-nama bulan dalam kalender Hijriah turut digunakan dalam bahasa-bahasa daerah. Dalam penggunaannya, istilah yang berasal dari bahasa Arab tersebut dapat mengalami penyesuaian bunyi, ejaan, maupun bentuk kata agar selaras dengan kebiasaan dan kaidah bahasa setempat.

Dalam bahasa Jawa, misalnya, nama-nama bulan Hijriah memiliki bentuk penyebutan yang telah beradaptasi dengan tradisi kebahasaan masyarakat Jawa. Selain menjadi bagian dari kosakata sehari-hari, nama-nama tersebut juga dapat ditemukan dalam berbagai tradisi dan penanggalan yang berkembang di Jawa. Lalu, seperti apa bentuk nama-nama bulan Hijriah dalam bahasa Jawa? Yuk, kenali bentuk-bentuk pelokalan nama bulan Hijriah dalam bahasa Jawa!

Berikut adalah daftar 12 nama bulan Hijriah dalam bahasa Indonesia, disandingkan dengan penyebutannya dalam bahasa Jawa beserta tulisan aksara Jawanya:


Muharam
ꦱꦸꦫ
Sura


Safar
ꦱꦥꦂ
Sapar


Rabiulawal
ꦩꦸꦭꦸꦢ꧀
Mulud


Rabiulakhir
ꦧꦏ꧀ꦢꦩꦸꦭꦸꦢ꧀
Bakdamulud


Jumadilawal
ꦗꦸꦩꦢꦶꦭ꧀ꦲꦮꦭ꧀
Jumadilawal


Jumadilakhir
ꦗꦸꦩꦢꦶꦭ꧀ꦲꦏꦶꦂ
Jumadilakir


Rajab
ꦉꦗꦼꦧ꧀
Rejeb


Syakban
ꦫꦸꦮꦃ
Ruwah


Ramadan
ꦥꦱ
Pasa


Syawal
ꦱꦮꦭ꧀
Sawal


Zulkaidah
ꦲꦥꦶꦠ꧀
Apit


Zulhijah
ꦧꦼꦱꦂ
Besar