Tidak hanya nasi, masyarakat Jawa mengenal banyak sumber karbohidrat yang ditanam atau disediakan alam di sekitar mereka. Salah satunya yang sedang naik daun dan diperbincangkan orang-orang adalah umbi-umbian. Karbohidrat yang tersimpan dalam bentuk umbi ini telah lama menjadi salah satu sumber pangan penting bagi masyarakat Jawa. Beragam jenis umbi dimanfaatkan dan diolah sebagai bahan makanan sehari-hari, mulai dari dikukus, direbus, digoreng, hingga menjadi aneka hidangan khas yang berselera.
Keanekaragaman pangan tersebut juga tercermin dalam bahasa Jawa melalui berbagai kosakata untuk menyebut jenis-jenis umbi. Yuk, kenali berbagai nama umbi pangan dalam bahasa Jawa dan aksara Jawa, serta nama Latin dari masing-masingnya; dibagi ke dalam dua kategori besar, yakni tanaman asli Indonesia dan tanaman yang diintroduksi dari luar Indonesia.
TANAMAN ASLI INDONESIABentul
ꦧꦼꦤ꧀ꦠꦸꦭ꧀
Colocasia esculenta
Dalam bahasa Jawa juga dikenal sebagai tales dan dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan talas. Salah satu umbi yang paling umum dijumpai di pasaran.
Suweg
ꦱꦸꦮꦼꦒ꧀
Amorphophallus paeoniifolius
Porang
ꦥꦺꦴꦫꦁ
Amorphophallus muelleri
Gembili
ꦒꦼꦩ꧀ꦧꦶꦭꦶ
Dioscorea esculenta
Gembolo
ꦒꦼꦩ꧀ꦧꦺꦴꦭꦺꦴ
Dioscorea bulbifera
Uwi
ꦲꦸꦮꦶ
Dioscorea alata
Gadhung
ꦒꦝꦸꦁ
Dioscorea hispida
Kleci
ꦏ꧀ꦭꦼꦕꦶ
Coleus rotundifolius
Dalam bahasa Jawa juga dikenal sebagai kenthang ireng.
Sénthé
ꦱꦺꦟ꧀ꦛꦺ
Alocasia macrorrhizos
Tergolong susah untuk mengolahnya menjadi bahan pangan yang aman dikonsumsi.
TANAMAN INTRODUKSI
Kimpul
ꦏꦶꦩ꧀ꦥꦸꦭ꧀
Xanthosom sagittifolium
Kenthang
ꦏꦼꦟ꧀ꦛꦁ
Solanum tuberosum
Ganyong
ꦒꦚꦺꦴꦁ
Canna indica
Pohung
ꦥꦺꦴꦲꦸꦁ
Manihot esculenta
Dalam bahasa Jawa juga dikenal sebagai kaspé dan beberapa nama lain.
Garut
ꦒꦫꦸꦠ꧀
Maranta arundinacea
Besusu
ꦧꦼꦱꦸꦱꦸ
Pachyrhizus erosus
Dalam bahasa Jawa juga dikenal sebagai bengkowang.
téla rambat
ꦠꦺꦭꦫꦩ꧀ꦧꦠ꧀
Ipomoea batatas
Ada beberapa nama lain yang berkenaan dengan umbi pangan di Jawa, namun berbagai sumber memiliki pendapat yang beraneka ragam tentang tumbuhan apa sebenarnya dari sebutan-sebutan berikut, atau mungkin lebih merupakan sinonim atau variasi dialek saja: iles-iles, walur, compleng, coklok, katak, dan masih banyak lagi.
0 komentar:
Posting Komentar