Rabu, 30 September 2020

Daftar Penyimpanan Daring Naskah Bugis dan Makassar

Halaman pembuka naskah puisi berbahasa Bugis. Koleksi Perpustakaan Inggris.

Sejumlah manuskrip berbahasa Bugis dan Makassar berhasil lestari hingga hari ini. Sebagian di antaranya telah dipindai dan diunggah ke internet sehingga lebih banyak orang bisa mengaksesnya dengan bebas. Jika Anda menggeluti dunia filologi atau bahkan tipografi aksara di Nusantara, mungkin naskah-naskah tersebut akan sangat berguna untuk kajian Anda. Berikut ini daftar penyimpanan daring naskah-naskah berbahasa Bugis dan Makassar yang bisa diakses dengan bebas (daftar akan senantiasa dimutakhirkan):

  1. Naskah Bugis dan Makassar di Perpustakaan Inggris
  2. Koleksi Digital Universitas Leiden, Manuskrip Bugis
  3. Koleksi Digital Perpustakaan Berlin, Manuskrip Bugis dan Manuskrip Makassar
  4. Koleksi Digital Naskah Bugis SOAS
  5. Khasanah Pustaka Nusantara, Perpusnas. (gunakan pencarian)
  6. Perpustakaan Digital Asia Tenggara, Manuskrip Bugis dan Manuskrip Makassar

Jika Anda mengetahui sumber naskah-naskah berbahasa Bugis dan Makassar lainnya, silakan beri tahu kami dengan meninggalkan komentar. Terima kasih!

 

Kamis, 24 September 2020

Konferensi TypeWknd Resmi Dibuka!


Dengan mengusung semboyan konferensi huruf untuk semua, TypeWknd berhasil menyita perhatian para pegiat tipografi seluruh dunia, mulai dari pengamat, mahasiswa, perancang, pebisnis, hingga akademikus. Organisasi mungil yang baru dibentuk ini terdorong oleh sejumlah halangan dalam industri tipografi. Sekelompok pelaku industri ini kemudian mencipta TypeWknd, sebuah wadah inklusif bagi pecinta huruf tanpa memandang usia, tingkat kemahiran, biaya atau asal negara.

TypeWknd 2020 diselenggarakan secara daring pada 24-27 September 2020. Karena ditenagai oleh sukarelawan dan beberapa penaja, seluruh sesi TypeWknd tidak dipungut biaya. Hanya saja, kelas lokakarya dibatasi hanya untuk lima belas atau dua puluh peserta, agar pembelajaran dan pementoran tetap efektif.

Aditya Bayu Perdana dan Gumpita Rahayu di antara para pengisi acara TypeWknd.
Foto diambil dari situs TypeWknd.

Terdapat dua orang Indonesia yang mengisi sesi bincang-bincang pada rangkaian konferensi TypeWknd 2020 kali ini, yaitu Aditya Bayu Perdana dan Gumpita Rahayu. Bayu mendapatkan urutan pertama dalam konferensi ini, yakni pada 24 September 2020 pukul 7:30 CDT atau 19.30 WIB. Presentasinya tentang pelestarian tipografi aksara Jawa memukau banyak hadirin, dan sekaligus menjadi pembuka yang segar untuk konferensi ini.

Sementara itu, Gumpita Rahayu juga mendapatkan sesi pada hari yang sama, pukul 9.30 CDT atau 21.30 WIB. Gumpita membahas mengenai industri desain huruf di Indonesia, sebuah ekosistem yang signifikan, tetapi belum banyak hadir dalam perbincangan tipografi internasional, dan bagaimana produsen dan konsumen desain huruf di Indonesia semakin berkembang belakangan ini.

Bincang-bincang dua tokoh skena tipografi Indonesia ini mendapatkan sambutan yang luar biasa. Setelah waktu bincang-bincang usai pun, diskusi masih berlanjut hingga tengah malam di ruang obrolan tersendiri. Babak dua "Obrolan Huruf Indonesia" yang menarik ini akan diselenggarakan kembali, secara khusus, pada Jumat, 25 September 2020, pukul 7.00 CDT atau 19.00 WIB.

Beberapa tautan yang dibutuhkan: