Kalender Hijriah telah dikenal oleh masyarakat Muslim di Nusantara sejak ratusan tahun yang lalu. Seiring penyebarannya, nama-nama bulan dalam kalender Hijriah turut beradaptasi dengan bahasa-bahasa yang digunakan oleh masyarakat setempat. Penyesuaian tersebut dapat terlihat dari perubahan bunyi maupun bentuk kata agar lebih sesuai dengan kebiasaan pengucapan dalam bahasa daerah.
Hal serupa juga dapat ditemukan dalam bahasa Aceh. Nama-nama bulan Hijriah yang berasal dari bahasa Arab mengalami pelokalan dalam penggunaannya di tengah masyarakat Aceh. Bentuk-bentuk tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana pengaruh Islam berinteraksi dengan bahasa dan kebudayaan lokal. Yuk, kenali bagaimana nama-nama bulan Hijriah dilokalkan dalam bahasa Aceh!
Berikut adalah daftar 12 nama bulan Hijriah dalam bahasa Indonesia, disandingkan dengan penyebutannya dalam bahasa Aceh:
Muharam
Asan Usén
Safar
Sapha
Rabiulawal
Molôd Phôn
Rabiulakhir
Molôd Teungoh
Jumadilawal
Molôd Akhé
Jumadilakhir
Khanduri Boh Kayèe
Rajab
Khanduri Apam
Syakban
Khanduri Bu
Ramadan
Puasa
Syawal
Uroe Raya
Zulkaidah
Meuapét
Zulhijah
Haji
0 komentar:
Posting Komentar